Sub Dealer Commission Genset Sales menjadi salah satu topik penting dalam sistem distribusi genset industri, generator listrik, mesin diesel, dan peralatan teknik. Dalam bisnis genset, penjualan tidak selalu dilakukan langsung oleh principal, distributor utama, atau dealer resmi. Banyak transaksi terjadi melalui jaringan sub dealer, reseller, broker teknis, kontraktor listrik, integrator proyek, konsultan lapangan, hingga pihak yang memiliki akses ke calon pembeli industri.
Dalam pengadaan genset, peran sub dealer dapat menjadi sangat strategis. Mereka dapat membantu memperluas jangkauan pasar, menemukan prospek proyek, menghubungkan pembeli dengan penyedia unit, memberikan informasi awal kebutuhan kapasitas, serta membantu proses komunikasi dengan pelanggan. Namun, karena genset merupakan produk teknik yang kompleks, skema komisi sub dealer tidak boleh hanya dilihat sebagai pembagian fee penjualan. Harus ada aturan yang jelas mengenai validasi lead, perhitungan komisi, tanggung jawab teknis, batas kewenangan, harga jual, after-sales, dan garansi.
Genset industri bukan produk sederhana. Satu unit genset terdiri dari mesin diesel, alternator genset, panel kontrol, radiator, baterai, base frame, tangki bahan bakar, breaker, sistem exhaust, sistem proteksi, serta panel ATS-AMF jika digunakan. Salah menyarankan kapasitas atau spesifikasi dapat menyebabkan genset overload, tegangan tidak stabil, boros bahan bakar, gagal start, atau tidak mampu menyuplai beban penting.
Karena itu, Sub Dealer Commission Genset Sales perlu dirancang sebagai sistem kerja sama yang seimbang antara kepentingan penjualan dan kepentingan teknis. Sub dealer dapat diberikan komisi, tetapi proses sizing, penawaran teknis, finalisasi spesifikasi, commissioning, garansi, dan after-sales tetap harus dikendalikan oleh pihak yang memiliki kompetensi teknis memadai.
Artikel ini membahas Sub Dealer Commission Genset Sales secara teknis dan informatif, mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, karakteristik, spesifikasi skema, aplikasi industri, faktor pemilihan, perawatan hubungan jaringan, hingga FAQ yang sering dicari pengguna.
Apa Itu Sub Dealer Commission Genset Sales
Sub Dealer Commission Genset Sales adalah skema kerja sama penjualan genset di mana sub dealer mendapatkan komisi atas kontribusinya dalam menghasilkan penjualan genset. Kontribusi tersebut dapat berupa pemberian lead, membuka akses ke calon pelanggan, membantu presentasi awal, mendampingi survey, atau membantu proses negosiasi sampai transaksi terjadi.
Sub dealer biasanya berada di bawah dealer utama, distributor, atau penyedia genset. Mereka tidak selalu memiliki stok unit, teknisi lengkap, atau fasilitas service sendiri. Dalam banyak kasus, sub dealer lebih berperan sebagai penghubung pasar. Namun, pada tingkat yang lebih matang, sub dealer juga dapat memiliki kemampuan teknis dasar, seperti memahami kapasitas kVA, jenis genset, perbedaan open dan silent, fungsi ATS-AMF, serta kebutuhan listrik cadangan.
Skema komisi sub dealer dalam penjualan genset dapat berbentuk:
- Komisi berdasarkan persentase dari nilai penjualan.
- Komisi berdasarkan margin bersih.
- Fee tetap per unit.
- Komisi bertingkat berdasarkan kapasitas genset.
- Komisi berdasarkan keberhasilan proyek.
- Komisi referral untuk lead yang berhasil closing.
- Komisi tambahan untuk penjualan panel ATS-AMF atau kontrak service.
- Skema margin khusus untuk sub dealer yang membeli dan menjual kembali.
Dalam praktiknya, skema yang paling aman adalah skema yang jelas sejak awal. Harus ditentukan apakah komisi dihitung dari harga jual sebelum pajak atau setelah pajak, dari nilai unit saja atau termasuk instalasi, apakah ongkos kirim dihitung, apakah panel ATS masuk komisi, kapan komisi dibayarkan, dan apa syarat lead dianggap valid.
Sub Dealer Commission Genset Sales juga perlu membedakan antara sub dealer aktif dan referral pasif. Sub dealer aktif biasanya ikut mencari pelanggan, memahami kebutuhan, mengawal komunikasi, dan membantu follow-up. Referral pasif hanya memberikan kontak calon pembeli. Perbedaan kontribusi ini wajar jika memengaruhi nilai komisi.
Dalam bisnis genset industri, komisi tidak boleh mendorong sub dealer untuk menjual kapasitas yang tidak sesuai hanya demi closing. Semua penawaran harus tetap melalui proses validasi teknis. Kapasitas genset harus dihitung berdasarkan beban aktual, faktor daya, starting current motor, jenis beban, mode operasi, lokasi pemasangan, dan kebutuhan panel.
Dengan demikian, Sub Dealer Commission Genset Sales adalah sistem insentif penjualan yang harus didukung aturan teknis, komersial, dan operasional agar jaringan sub dealer dapat berkembang tanpa merusak kualitas layanan.
Fungsi dan Peran dalam Sistem Genset atau Industri
Sub Dealer Commission Genset Sales memiliki fungsi penting dalam memperluas pasar genset industri. Dalam banyak wilayah, peluang proyek tidak selalu muncul melalui iklan atau channel resmi. Peluang bisa datang dari kontraktor lokal, teknisi gedung, vendor listrik, konsultan proyek, relasi procurement, atau pihak yang memiliki akses langsung ke kebutuhan pelanggan.
Fungsi pertama adalah memperluas jangkauan pasar. Sub dealer membantu dealer utama menjangkau wilayah, segmen, atau jaringan pelanggan yang sebelumnya sulit diakses. Hal ini penting karena kebutuhan genset tersebar di berbagai sektor industri, gedung, proyek, dan fasilitas komersial.
Fungsi kedua adalah mempercepat penemuan lead. Dalam bisnis genset, lead sering berasal dari kebutuhan nyata seperti listrik sering padam, proyek baru, pabrik ekspansi, gedung butuh backup power, atau fasilitas mengganti genset lama. Sub dealer yang dekat dengan pasar dapat lebih cepat menemukan kebutuhan tersebut.
Fungsi ketiga adalah membantu komunikasi awal. Banyak calon pelanggan belum memahami perbedaan kVA dan kW, open type dan silent type, manual dan ATS-AMF, standby power dan prime power. Sub dealer dapat memberikan penjelasan awal sebelum tim teknis masuk lebih dalam.
Fungsi keempat adalah mendukung survey lokasi. Sub dealer lokal dapat membantu mengatur jadwal survey, memperkenalkan teknisi kepada pelanggan, dan menjelaskan kondisi lapangan secara awal. Ini mempercepat proses penawaran.
Fungsi kelima adalah membantu follow-up penawaran. Pengadaan genset sering membutuhkan waktu karena melibatkan teknis, anggaran, procurement, dan approval manajemen. Sub dealer dapat membantu menjaga komunikasi agar peluang tidak hilang.
Fungsi keenam adalah mendukung penjualan tambahan. Selain unit genset, sub dealer dapat membantu menawarkan panel ATS-AMF, instalasi, kabel, service berkala, load test, sparepart, dan kontrak maintenance.
Fungsi ketujuh adalah membangun jaringan layanan lokal. Jika sub dealer memiliki kemampuan teknis, mereka dapat membantu inspeksi awal, preventive maintenance ringan, atau koordinasi dengan dealer utama saat ada gangguan.
Namun, peran sub dealer harus tetap dibatasi dengan jelas. Untuk pekerjaan teknis yang berisiko, seperti setting AVR, perbaikan panel, rewiring, load test besar, atau diagnosis kerusakan berat, sebaiknya dilakukan oleh teknisi berpengalaman. Sub dealer tidak boleh mengambil tindakan teknis di luar kompetensinya.
Dalam sistem industri, sub dealer berperan sebagai jembatan antara pasar dan penyedia solusi genset. Komisi menjadi insentif, sedangkan standar teknis menjadi pengaman agar penjualan tetap bertanggung jawab.
Cara Kerja
Cara kerja Sub Dealer Commission Genset Sales dimulai dari proses pendaftaran atau penunjukan sub dealer. Dealer utama atau distributor biasanya menetapkan siapa saja yang dapat menjadi sub dealer, apa syaratnya, bagaimana sistem komisinya, dan bagaimana prosedur pengajuan lead.
Tahap pertama adalah registrasi sub dealer. Pihak yang ingin menjadi sub dealer perlu memberikan identitas, wilayah kerja, segmen pasar, pengalaman, dan kemampuan teknis dasar. Registrasi membantu dealer utama mengatur jaringan dan menghindari konflik lead.
Tahap kedua adalah penetapan wilayah atau segmen. Sub dealer dapat diberi area kerja tertentu, seperti kota, kabupaten, kawasan industri, proyek konstruksi, gedung komersial, atau segmen tertentu. Pembagian ini membantu mengurangi tumpang tindih antar sub dealer.
Tahap ketiga adalah pengajuan lead. Sub dealer mengirimkan informasi calon pelanggan, seperti nama perusahaan, lokasi, kebutuhan daya, jenis aplikasi, perkiraan kapasitas, kontak person, status proyek, dan urgensi kebutuhan. Lead harus dicatat agar hak komisi dapat dilacak.
Tahap keempat adalah validasi lead. Dealer utama perlu memastikan lead tersebut belum masuk dari channel lain, belum ditangani tim sales internal, atau belum menjadi pelanggan existing. Jika valid, lead dapat dikunci untuk sub dealer tertentu dalam periode tertentu.
Tahap kelima adalah survey dan analisis teknis. Tim teknis atau sales engineer melakukan pengumpulan data beban. Data yang dibutuhkan meliputi total kW, kVA, jenis beban, motor terbesar, starting method, faktor daya, beban prioritas, lokasi pemasangan, kebutuhan panel ATS-AMF, dan mode operasi.
Tahap keenam adalah penyusunan penawaran. Dealer utama menyusun penawaran teknis dan komersial berdasarkan hasil analisis. Penawaran dapat mencakup unit genset, panel ATS-AMF, instalasi, kabel, transportasi, commissioning, training, garansi, dan service.
Tahap ketujuh adalah negosiasi. Sub dealer dapat membantu follow-up, menjelaskan nilai teknis secara umum, dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Namun, revisi spesifikasi teknis sebaiknya tetap melalui dealer utama.
Tahap kedelapan adalah closing dan pembayaran. Jika pelanggan menyetujui penawaran dan melakukan pembayaran sesuai syarat, transaksi dianggap berhasil. Status komisi kemudian dihitung sesuai aturan.
Tahap kesembilan adalah pengiriman, instalasi, dan commissioning. Dealer utama atau tim teknis melaksanakan pengiriman unit, pemasangan, testing, dan serah terima. Sub dealer dapat mendampingi sebagai penghubung pelanggan.
Tahap kesepuluh adalah pembayaran komisi. Komisi dibayarkan setelah syarat terpenuhi, misalnya pembayaran pelanggan diterima, unit terkirim, proyek selesai, atau tidak ada retur dan sengketa. Ketentuan ini harus ditulis jelas sejak awal.
Alur kerja ini menunjukkan bahwa komisi sub dealer tidak berdiri sendiri. Sistem harus mencakup lead management, validasi teknis, kontrol harga, dokumen penawaran, delivery, commissioning, after-sales, dan pembayaran komisi.
Keunggulan dan Karakteristik
Memperluas jaringan penjualan
Keunggulan utama Sub Dealer Commission Genset Sales adalah memperluas jaringan penjualan. Dealer utama dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan segmen tanpa harus membuka cabang penuh di setiap lokasi.
Sub dealer yang memiliki relasi lokal dapat membantu menemukan peluang lebih cepat.
Biaya pemasaran lebih efisien
Skema komisi biasanya berbasis hasil. Dealer utama membayar komisi ketika penjualan berhasil. Ini dapat membuat biaya pemasaran lebih efisien dibanding biaya tetap yang besar tanpa kepastian transaksi.
Mendukung penetrasi pasar lokal
Sub dealer sering memiliki pemahaman lokal yang kuat. Mereka mengetahui proyek yang sedang berjalan, kebutuhan industri setempat, relasi dengan kontraktor, dan karakter pembeli di wilayah tersebut.
Meningkatkan kecepatan follow-up
Dalam penjualan genset, follow-up sangat penting. Sub dealer dapat membantu menjaga komunikasi dengan pelanggan, terutama jika lokasi pelanggan jauh dari dealer utama.
Fleksibel untuk berbagai segmen
Skema sub dealer dapat diterapkan untuk berbagai segmen, seperti pabrik, gedung, proyek konstruksi, rumah sakit, infrastruktur, gudang, hotel, dan fasilitas publik.
Membutuhkan aturan lead yang jelas
Karakter penting dalam skema komisi adalah potensi konflik lead. Jika tidak ada sistem pencatatan, bisa terjadi klaim komisi ganda. Karena itu, lead registration menjadi bagian penting.
Harus dikendalikan secara teknis
Sub dealer tidak boleh diberikan kebebasan penuh untuk menentukan kapasitas dan spesifikasi jika belum memiliki kemampuan teknis. Penawaran genset harus tetap divalidasi oleh pihak yang memahami sistem pembangkit listrik.
Spesifikasi Teknis
Spesifikasi dalam Sub Dealer Commission Genset Sales tidak hanya berbentuk spesifikasi produk, tetapi juga spesifikasi skema kerja sama. Berikut tabel elemen penting yang perlu diatur.
| Elemen Skema | Penjelasan Umum |
|---|---|
| Jenis kerja sama | Sub dealer, reseller, referral, atau partner sales |
| Produk utama | Genset open, silent, trailer, panel ATS-AMF, sparepart |
| Basis komisi | Persentase penjualan, margin bersih, fee tetap, atau skema bertingkat |
| Validasi lead | Pendaftaran lead, pengecekan duplikasi, masa berlaku lead |
| Wilayah kerja | Kota, provinsi, kawasan industri, proyek, atau segmen tertentu |
| Tanggung jawab teknis | Sizing, survey, penawaran teknis, commissioning oleh pihak kompeten |
| Harga jual | Mengikuti price list, margin minimum, atau approval khusus |
| Pembayaran komisi | Setelah pembayaran pelanggan, pengiriman, atau proyek selesai |
| After-sales | Ditangani dealer utama, sub dealer, atau kombinasi sesuai kemampuan |
| Garansi | Mengikuti ketentuan dealer utama atau principal |
| Dokumen | Penawaran, invoice, PO, berita acara, test report, komisi statement |
| Konflik channel | Aturan lead ganda, pelanggan existing, dan proyek nasional |
| Evaluasi | Performa lead, closing rate, kualitas pelanggan, kepatuhan harga |
Berikut contoh parameter teknis yang harus divalidasi sebelum penawaran genset:
| Parameter Teknis | Mengapa Penting |
|---|---|
| Total beban kW | Menentukan kebutuhan daya aktual |
| Kapasitas kVA | Menentukan ukuran genset yang sesuai |
| Faktor daya | Menghubungkan kW dan kVA |
| Beban motor terbesar | Memengaruhi arus start dan voltage drop |
| Starting method | DOL, star-delta, soft starter, VFD memengaruhi sizing |
| Beban prioritas | Menentukan beban yang harus disuplai saat listrik padam |
| Mode operasi | Standby, prime, atau continuous |
| Tegangan dan phase | Menyesuaikan instalasi listrik |
| ATS-AMF | Menentukan kebutuhan transfer otomatis |
| Lokasi pemasangan | Mempengaruhi ventilasi, exhaust, noise, dan akses service |
Tabel ini menunjukkan bahwa sub dealer dapat membantu mencari peluang, tetapi keputusan teknis tetap harus berdasarkan data beban yang benar.
Aplikasi dalam Berbagai Industri
Pabrik
Pabrik merupakan salah satu segmen utama dalam penjualan genset industri. Sub dealer dapat membantu menemukan kebutuhan genset untuk backup power mesin produksi, conveyor, kompresor, pompa, dan panel kontrol.
Namun, aplikasi pabrik membutuhkan analisis beban yang serius karena banyak motor listrik memiliki arus start tinggi. Sub dealer perlu mengarahkan pelanggan agar dilakukan survey teknis sebelum penawaran final.
Rumah sakit
Rumah sakit membutuhkan genset yang andal untuk mendukung fasilitas penting saat listrik utama padam. Sub dealer yang membawa lead rumah sakit harus memahami bahwa aspek teknis seperti ATS-AMF, beban prioritas, response time service, dan maintenance berkala sangat penting.
Pada aplikasi rumah sakit, proses penawaran sebaiknya melibatkan teknisi atau engineer sejak awal.
Gedung komersial
Gedung komersial seperti hotel, mall, apartemen, kantor, dan pusat perbelanjaan membutuhkan genset untuk lampu, pompa, lift tertentu, sistem keamanan, dan exhaust fan. Sub dealer dapat membantu menghubungkan pengelola gedung dengan dealer utama.
Untuk segmen ini, genset silent, panel ATS-AMF, peredaman suara, ventilasi ruang genset, dan integrasi panel distribusi sering menjadi perhatian.
Proyek konstruksi
Proyek konstruksi sering membutuhkan genset untuk alat kerja, penerangan, welding equipment, batching plant, pompa, dan office container. Sub dealer lokal dapat menjadi sumber lead yang kuat karena sering dekat dengan kontraktor, mandor, vendor listrik, atau procurement proyek.
Pada proyek, kecepatan penawaran dan ketersediaan unit sering menjadi faktor penting.
Infrastruktur
Fasilitas infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, terminal, instalasi air, telekomunikasi, dan transportasi membutuhkan genset dengan dukungan teknis jangka panjang. Sub dealer dapat membantu membuka akses proyek, tetapi dokumen teknis, commissioning, dan garansi harus ditangani profesional.
Gudang dan logistik
Gudang dan pusat distribusi membutuhkan genset untuk conveyor, lighting, dock equipment, sistem IT, dan keamanan. Sub dealer dapat membantu menjangkau perusahaan logistik lokal atau fasilitas multi-site.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Kejelasan skema komisi
Skema komisi harus tertulis. Tentukan apakah komisi dihitung dari nilai penjualan, margin bersih, nilai unit saja, atau termasuk panel, instalasi, dan service. Ketidakjelasan komisi dapat memicu konflik.
Validasi lead
Lead harus didaftarkan dan divalidasi. Aturan ini penting untuk menghindari klaim ganda antar sub dealer, sales internal, atau channel lain.
Masa berlaku lead
Lead tidak sebaiknya berlaku selamanya. Tentukan masa berlaku, misalnya beberapa bulan sejak didaftarkan. Jika tidak ada aktivitas follow-up, lead dapat dibuka kembali.
Harga dan margin
Sub dealer perlu memahami batas harga jual. Jangan sampai sub dealer memberikan diskon berlebihan yang merusak margin, kualitas layanan, atau struktur harga pasar.
Kemampuan teknis sub dealer
Sub dealer idealnya memiliki pengetahuan dasar tentang genset, kVA, kW, ATS-AMF, open-silent, dan kebutuhan beban. Jika belum, dealer utama perlu memberikan training.
Batas kewenangan
Tentukan dengan jelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sub dealer. Misalnya, sub dealer boleh mencari lead dan follow-up, tetapi tidak boleh menjanjikan spesifikasi, garansi khusus, atau jadwal delivery tanpa approval.
After-sales dan garansi
Tanggung jawab after-sales harus jelas. Jika sub dealer tidak memiliki teknisi, layanan harus ditangani dealer utama. Pelanggan tidak boleh bingung saat membutuhkan service.
Dokumen transaksi
Pastikan dokumen seperti penawaran, invoice, PO, berita acara, dan komisi statement jelas. Dokumentasi membantu menghindari perselisihan.
Pajak dan administrasi
Pembayaran komisi perlu mengikuti aturan administrasi yang berlaku, termasuk dokumen penagihan, identitas penerima, dan pemotongan pajak jika relevan.
Evaluasi performa
Tidak semua sub dealer menghasilkan lead berkualitas. Dealer utama perlu mengevaluasi closing rate, kualitas komunikasi, kepatuhan harga, dan potensi konflik.
Perawatan dan Maintenance
Dalam konteks Sub Dealer Commission Genset Sales, perawatan dan maintenance tidak hanya berarti merawat unit genset, tetapi juga merawat jaringan sub dealer agar tetap sehat, produktif, dan tidak menimbulkan masalah channel.
Langkah pertama adalah memberikan training produk. Sub dealer perlu memahami dasar genset, mesin diesel, alternator genset, panel kontrol, ATS-AMF, kapasitas kVA, dan jenis aplikasi. Training membantu sub dealer menjelaskan produk secara benar.
Langkah kedua adalah menyediakan materi teknis sederhana. Dealer utama dapat menyediakan katalog, form survey, checklist kebutuhan beban, panduan open-silent, dan penjelasan ATS-AMF agar komunikasi sub dealer lebih akurat.
Langkah ketiga adalah membuat sistem registrasi lead. Lead harus dicatat dengan tanggal, nama pelanggan, lokasi, kebutuhan, dan status. Sistem ini membantu menjaga hak komisi dan menghindari konflik.
Langkah keempat adalah memperbarui price list. Sub dealer perlu memiliki harga acuan terbaru. Jika harga berubah, informasi harus disampaikan agar sub dealer tidak memberikan penawaran yang salah.
Langkah kelima adalah membuat SOP komunikasi. Sub dealer harus tahu kapan harus menghubungi sales engineer, kapan perlu survey, dan kapan tidak boleh menjanjikan sesuatu kepada pelanggan.
Langkah keenam adalah menjaga kualitas follow-up. Dealer utama perlu membantu sub dealer menindaklanjuti peluang secara profesional. Lead yang lambat ditangani dapat hilang.
Langkah ketujuh adalah memberikan laporan status. Sub dealer sebaiknya diberi informasi perkembangan lead, apakah masih proses, ditolak, closing, atau tertunda. Transparansi menjaga kepercayaan.
Langkah kedelapan adalah membayar komisi tepat waktu. Jika transaksi sudah memenuhi syarat, komisi sebaiknya dibayarkan sesuai perjanjian. Keterlambatan komisi dapat merusak jaringan.
Langkah kesembilan adalah mengelola konflik channel. Jika ada lead ganda, pelanggan existing, atau proyek nasional, gunakan aturan tertulis untuk menentukan hak komisi.
Langkah kesepuluh adalah mengevaluasi sub dealer secara berkala. Evaluasi mencakup jumlah lead, kualitas lead, closing rate, kepatuhan harga, feedback pelanggan, dan kemampuan komunikasi teknis.
Sementara itu, maintenance unit genset yang terjual tetap harus dijaga melalui service berkala, test run, load test, pemeriksaan baterai, oli, filter, radiator, alternator, panel kontrol, ATS-AMF, dan logbook. Sub dealer dapat membantu mengingatkan pelanggan, tetapi pelaksanaan teknis harus dilakukan oleh pihak yang kompeten.
Kesimpulan
Sub Dealer Commission Genset Sales adalah skema kerja sama penjualan genset di mana sub dealer memperoleh komisi atas kontribusinya dalam menghasilkan transaksi. Skema ini dapat membantu memperluas pasar, mempercepat penemuan lead, meningkatkan penetrasi lokal, dan mendukung penjualan genset industri di berbagai sektor.
Namun, karena genset adalah sistem pembangkit listrik yang kompleks, skema komisi tidak boleh hanya berorientasi pada closing. Penjualan tetap harus melalui validasi teknis yang benar, termasuk perhitungan kapasitas kVA, kW, faktor daya, arus start motor, mode operasi, kebutuhan ATS-AMF, lokasi pemasangan, dan jenis beban.
Skema yang baik harus mengatur basis komisi, validasi lead, wilayah kerja, harga jual, batas kewenangan sub dealer, pembayaran komisi, garansi, after-sales, dokumen transaksi, serta mekanisme konflik channel. Dengan aturan yang jelas, sub dealer dapat bekerja lebih profesional dan dealer utama dapat menjaga kualitas layanan.
Dalam aplikasi pabrik, rumah sakit, gedung komersial, proyek konstruksi, infrastruktur, gudang, dan logistik, sub dealer dapat menjadi jembatan penting antara calon pelanggan dan penyedia genset. Namun, penawaran teknis, commissioning, dan maintenance tetap harus ditangani oleh pihak yang berkompeten.
Dengan sistem yang terstruktur, Sub Dealer Commission Genset Sales dapat menjadi strategi distribusi yang efektif untuk memperluas penjualan generator listrik, mesin diesel, alternator genset, dan sistem pembangkit listrik tanpa mengorbankan kualitas teknis dan layanan purna jual.
FAQ
1. Apa itu Sub Dealer Commission Genset Sales?
Sub Dealer Commission Genset Sales adalah skema komisi untuk sub dealer yang membantu menghasilkan penjualan genset melalui lead, referral, follow-up, atau dukungan penjualan.
2. Bagaimana cara menghitung komisi sub dealer genset?
Komisi dapat dihitung berdasarkan persentase nilai penjualan, margin bersih, fee tetap per unit, kapasitas genset, atau skema bertingkat sesuai perjanjian.
3. Apakah sub dealer boleh menentukan kapasitas genset sendiri?
Sebaiknya tidak, kecuali sub dealer memiliki kemampuan teknis memadai. Kapasitas genset harus dihitung berdasarkan beban, kVA, kW, faktor daya, arus start motor, dan mode operasi.
4. Apa yang dimaksud lead valid dalam penjualan genset?
Lead valid adalah calon pelanggan yang didaftarkan sub dealer, belum tercatat dari channel lain, memiliki kebutuhan nyata, dan diterima oleh dealer utama sesuai aturan registrasi lead.
5. Kapan komisi sub dealer biasanya dibayarkan?
Komisi biasanya dibayarkan setelah pembayaran pelanggan diterima, unit terkirim, atau proyek selesai sesuai ketentuan yang disepakati sejak awal.
6. Apakah komisi dihitung dari nilai unit saja atau termasuk instalasi?
Hal ini tergantung perjanjian. Sebaiknya dijelaskan sejak awal apakah komisi mencakup unit genset, panel ATS-AMF, instalasi, transportasi, atau service.
7. Apa risiko skema sub dealer tanpa aturan tertulis?
Risikonya meliputi konflik lead, klaim komisi ganda, diskon tidak terkontrol, janji teknis berlebihan, margin rusak, dan after-sales tidak jelas.
8. Apakah sub dealer bertanggung jawab terhadap garansi genset?
Tergantung perjanjian. Jika sub dealer tidak memiliki teknisi, garansi sebaiknya ditangani dealer utama atau principal agar pelanggan mendapat layanan yang benar.
9. Mengapa training penting untuk sub dealer genset?
Training membantu sub dealer memahami dasar genset, kapasitas kVA, mesin diesel, alternator genset, panel ATS-AMF, dan cara menjelaskan produk secara benar kepada calon pelanggan.
10. Apakah Sub Dealer Commission Genset Sales cocok untuk proyek industri?
Ya, cocok jika skema lead, komisi, validasi teknis, harga, garansi, dan after-sales diatur dengan jelas serta penawaran teknis ditangani oleh pihak berkompeten.